Ramadhan Sebagai Momentum Persatuan Nasional

momentum nasionalOleh : Syaf Lessy (Aktivis HMI)

Kehidupan di bulan suci ramadhan sejatinya di ilustrasikan sebagai suatu bentuk pola interaksi sosial umat islam, yang di landasi semangat kebangsaan di dalam merajut keberagaman umat beragama dengan semakin menguatnya ekses transidentitas dan transkultural yang begitu mengcekik.

Momentum Ramadhan merupakan media memperkaya persatuan nasional, di dalam mendewasakan identitas kebangsaan kita agar terus di bangun, yang mencoba menegasikan kehidupan bangsa ini kedalam suatu kondisi polemik antar umat beragama maupun seluruh masyarakat lintas etnik ke dalam kondisi disintegrasi sosial.

Berdasarkan jajak pendapat sembari mengiyakan bahwa, ada berbagai persoalan lintas umat beragama yang sering muncul di permukaan dan mencoba bergerumul dengan keberadaan entitas sosial kultural masyarakat Indonesia, dengan begitu pesatnya polemik yang terjadi, sehingga sering berdiaspora ke dalam bentuk yang lebih kritis yakni konflik yang terus menguras identitas kebangsaan kita.

Kita sadar betul bahwa, mementum ramadhan ini pada prinsipnya, bukan saja merupakan prosesi hajatan umat muslim di belahan dunia, akan tetapi jauh dari itu bagaimana menumbuhkan rasa toleransi lintas umat beragama agar menumbuhkan sikap respect terhadap keberadaan umat islam yang menjalankan ibadah puasanya.

Kehidupan selama di bulan suci ramadhan seyogyanya bukan hanya pada tahap bagaimana meningkatkan nilai ibadah dan kualitas keislaman kita semata, akan tetapi jauh dari itu menciptakan kondisi sosial yang rukun, aman religius yang terus di jaga dan terbangun erat dengan konsepsi bersama untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Sejatinya konsensus kehidupan toleransi antar umar beragama, di dalam konsepsi skriptual alquran pada dasarnya Menjaga persatuan ini dijelaskan dalam ayat-ayat Al Quran, QS Ali Imran ayat 103.

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah menjinakkan antara hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat-nikmat Allah orang-orang yang bersaudara.”

Momentum di bulan suci ramadhan ini tentunya memanggungkan Indonesia sebagai sebuah wadah perjamuan sosial antara umat beragama, menuju kepada Nilai nilai Ketuhanan yang di wujud nyatakan kedalam pola hubungan interaksi sosial, di dalam memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan menuju indonesia yang lebih rukun dan harmonis.

LEAVE A REPLY