Rangkul Kalangan Dunia Usaha Untuk Percepatan Three Ends

IMG_6265JurnalPatroliNews – Samarinda, – Pada tahun 2016, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) telah mendeklarasikan tiga program unggulan bernama Three Ends yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, dan akhiri ketidakadilan akses ekonomi bagi perempuan.

Menyadari berat dan kompleksitas persoalan yang dihadapi perempuan dan anak saat ini. Untuk memastikan bahwa three ends tersebut dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya di Kaltim, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) melakukan pendekatan dan menggalang pihak-pihak terkait.

“Tidak hanya pemerintah dan lembaga masyarakat tetapi juga dunia usaha, untuk turut bersama-sama berperan dan telibat aktif dalam pembangunan. Partisipasi masyarakat yang luas sejatinya akan berujung terwujudnya perempuan dan anak yang sejahtera,” ujar Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad.

Kegiatan bimbingan manajemen usaha (BMU) merupakan langkah strategis dalam pemberdayaan masyarakat khususnya pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender melalui pembinaan kewirausahaan bagi usaha mikro dan kecil. Sesuai dengan SK Menteri Dalam Negeri Tahun 2014 tentang penetapan kebijakan peningkatan produktivitas ekonomi perempuan (PPEP) untuk pemenuhan hak ekonomi perempuan.

Peranan dunia usaha sangat besar untuk memberikan kesempatan dan peluang bagi perempuan untuk meningkatkan produktivitas ekonominya, karena industri rumahan 70 persen dijalankan oleh perempuan.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih terus terjadi meski berbagai upaya percepatan telah kami lakukan seperti SDS, advokasi, pelatihan, aktivis PATBM dan lainnya. Data yang ada, tahun 2017 terjadi 230 kasus KDRT. Tahun 2018 sampai dengan bulan Mei sebanyak 53 kasus. Sementara untuk kasus trafficking belum ada laporan yang masuk,” katanya.

Disadari bahwa keterbatasan dana pemerintah (fiscal cintrains) menjadi kendala dalam upaya peningkatan produktivitas ekonomi perempuan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri sehingga memerlukan bantuan dunia usaha melalui CSR.

Oleh karena itu pertemuan forum three ends bagi kalangan dunia usaha sangat strategis untuk memperkenalkan kebijakan dan program strategis serta prinsip kerja sinergi tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam pencapaian three ends. Juga memperoleh beragam gagasan dari kalangan  dunia usaha.dalam percepatan pencapaian three ends di provinsi.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Swiss Belhotel Borneo Samarinda, Senin (9/6) diikuti Asdep Deputi Masyarakat KPPPA, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Forum Puspa, kalangan dunia usaha dan mitra DKP3A Kaltim.

 (dkp3a/rdg)

LEAVE A REPLY