Sandiaga Uno Pastikan Stok Beras di DKI Jakarta Aman

jP 1JurnalPatroliNews JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan warga Ibukota tidak perlu khawatir terhadap gejolak harga beras saat Ramadan dan Lebaran 2018. Pasalnya, ketersediaan beras yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebagai pusat distribusi stok mencukupi untuk masyarakat Jakarta dan sekitarnya.

Sandiaga menyatakan ada 3 hal yang membuat harga pangan, terutama beras aman.

“Pasokannya stabil, rantai distribusinya sederhana, dan banyak berdoa,” kata dia saat inspeksi PIBC, Jakarta, Rabu (16/5).

Sandi juga memastikan bahwa Harga akan stabil dengan mutu yang prima.

“Saya pastikan akhir syaban menuju ke hari raya idul Fitri stok cukup, harga stabil, dan mutunya juga yang prima yang kita awasi,” katanya.

Salah satu perwakilan pedagang mengatakan sampai saat ini stok untuk puasa dan lebaran tidak mengalami kekurangan.

“Bahwa stok yang kami jamin stok puasa dan lebaran tidak akan ada kekurangan,” ujar pedagang.

Data Food Station, stok beras per 15 Mei 2018 sebesar 40.302 ton, batas amannya sebesar 30 ribu ton. Selain itu, rantai pasok yang sederhana pun memangkas peran tengkulak dan kutipan pemburu rente sehingga tidak terjadi peningkatan harga.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi pun menjelaskan pasokan aman bakal terus dijaga. Dia mengklaim stok bakal terus terjaga karena suplai beras dari panen raya terus tersedia.

Agung pun memprediksi hasil panen padi untuk beras pada Mei dan Juni mencapai 8,2 juta ton. Distribusinya bakal disalurkan secara efektif supaya harga di tingkat konsumen tetap rendah.

Tinggal yang harus dipastikan adalah mendistribusikan pangan kepada seluruh warga DKI dan kawasan Bodetabek.

“Khususnya juga didistribusikan dengan baik sehingga sampai ke masyarakat dengan saat yang tepat, harga yang tepat juga tentunya,” paparnya.

Sementara itu, Dirut PD Pasar Jaya, Arief Nasruddin menerangkan pihaknya di bagian hilir telah menyiapkan beberapa program untuk mengendalikan harga pangan dan memastikan distribusi pangan ke warga berjalan lancar.

“Jadi kolaborasi kami dengan para pedagang lewat asosiasi pedagang. Dari 153 pasar tradisional, ada 144 pasar yang sudah kita umumkan, bahwa para pedagang bisa membeli pangan dari Pasar Jaya. Jadi nanti kita akan ada dua aplikasi harga. Pertama harga grosir, kedua harga eceran. Yang harga eceran diberikan untuk penyuplai konsumen,” kata Arief.

(dai)

LEAVE A REPLY