Sempat Buron, Bupati Tulungagung Serahkan Diri ke KPK

Bupati-Tulungagung-44148-750x536JurnalPatroliNews JAKARTA – Bupati Tulungagung Syahri Mulyo akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (9/6) malam.

Tersangka kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di Tulungagung itu sempat diburu lembaga antikorupsi karena tak kunjung menyerahkan diri. Bahkan dalam pelariannya, calon petahana Pilbup Tulungagung yang diusung PDIP dan NasDem itu merilis sebuah video yang diambil dari sebuah lokasi yang tak disebutkan. Dalam video berdurasi 28 detik ini Syahri mengaku menjadi korban politik.

Syahri yang mengenakan kemeja batik berbalut jaket hitam tiba di Gedung KPK sekitar pukul 21.30 WIB. Sambil menenteng tas, Syahri turun dari taksi di depan Gedung KPK. Setelah menyerahkan diri, Syahri langsung diperiksa tim penyidik.

“SM (Syahri Mulyo), Bupati Tulungagung telah mendatangi kantor KPK dan saat ini sedang berada di ruang pemeriksaan KPK,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah dalam keterangannya, Sabtu (9/6) malam.

KPK menghargai sikap kooperatif calon bupati Tulungagung Syahri yang berstatus tersangka dugaan suap.

“Kami hargai penyerahan diri tersebut. Sikap koperatif terhadap proses hukum tentu akan berimplikasi lebih baik bagi tersangka atau pun proses penanganan perkara itu sendiri,” sambung Febri.

Penetapan status tersangka Syahri diumumkan bersamaan terkait operasi tangkap tangan KPK di Tulungagung dan Blitar. Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar juga menjadi tersangka kasus suap.

Syahri diduga menerima suap sebanyak 3 kali sebagai fee proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan di Dinas PUPR Pemkab Tulungagung. Total penerimaan Syahri sebesar Rp 2,5 miliar.

Sedangkan Samanhudi diduga menerima Rp 1,5 miliar terkait ijon proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai kontrak Rp 23 miliar. Saut menyebut fee itu diduga bagian dari 8 persen yang menjadi bagian Samanhudi dari total fee 10 persen yang disepakati.

Samanhudi sudah ditahan KPK setelah menyerahkan diri lebih dulu. (dai)

LEAVE A REPLY