Tak Terpengaruh Serangan Bom, Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Menguat

pidato-powell-membuat-rupiah-anjlok-ke-rp13-751-usd-z8PJurnalPatroliNews JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat di perdagangan hari ini. Pagi tadi, Rupiah dibuka di Rp 13.857 per USD atau menguat dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.960 per USD.

Berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.976 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan pada Jumat lalu yang ada di angka 14.048 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah hingga siang ini juga bergerak menguat. Tercatat, nilai tukar sat ini berada di Rp 13.972 per USD atau menguat dibanding pergerakan pagi tadi yang mencapai Rp 13.988 per USD.

Dolar AS memang melemah terhadap sekeranjang mata uang utama karena ekspektasi investor akan rencana kenaikan suku bunga acuan sedikit mereda. Beberapa data ekonomi belum bisa mendorong ekspektasi rencana kenaikan suku bunga.

Adanya aksi teror bom di beberapa wilayah Surabaya tidak berdampak kepada nilai tukar. Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga), Adrian Panggabean menyatakan, aksi bom tidak akan membuat rupiah semakin tertekan.

“Kalau secara trajectory kita memang melemah tapi yang sudah-sudah rupiah tidak terganggu kok,” tutur dia di Graha CIMB Niaga, Senin (14/5).

Rupiah bahkan masih terbilang stabil di tengah maraknya aksi teror bom dua hari terakhir ini.

“Dari sejarahnya sih biasanya tidak terganggu ya, kan pernah juga ya bom bali waktu itu. Bahkan hari ini ada 4 bom yang terjadi. Rupiah masih stabil-stabil saja tuh,” ujarnya.

“Masalahnya ini bukan kali pertama, dan kita juga sudah sering sebetulnya menghadapi ini. Jadi saya rasa biasa-biasa aja, enggak akan terganggu sekali,” imbuh dia. (dai)

LEAVE A REPLY