Tanggapan Polda Metro Jaya Soal Dugaan 40 Masjid Radikalisme di Jakarta

IMG_20180528_125548-43804-750x536JurnalPatroliNews JAKARTA – Polda Metro Jaya enggan menindaklanjuti pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, soal dugaan 40 masjid terpapar radikalisme. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, menyebut kepolisian tidak berwenang menelusurinya selama belum ada laporan.

Menurut Argo, hal itu lebih pantas tanyakan yang berkompeten.

“Silakan tanya pemprov ya. Silakan tanya ke BNPT (badan Nasional Penanggulangan Terorisme), ke BIN (Badan Intelijen Negara), maupun Densus 88,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (8/6).

Argo menyatakan tidak bisa menindaklanjuti hal itu lantaran tak ada laporan resmi ke Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Pemprov DKI telah memiliki data 40 masjid di Jakarta yang dicurigai disusupi paham radikal dan intoleransi. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, telah memerintahkan anak buahnya untuk mengarahkan agar kegiatan masjid tidak menyebarkan radikalisme. Dia menilai, radikalisme bisa muncul disebabkan adanya kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat.

“Saya turun ke masjid bahwa perjuangan kita ke depan adalah membangkitkan ekonomi di masjid. Karena Salah satu masalah terjadinya radikalisme adalah ketidakadilan dan paham, believe, yang terus dimasukan ke anak muda, generasi penerus bangsa kita dan mengambil jalan pintas,” katanya di Pulau Untung Jawa, Selasa (5/6).

Isu masjid di Jakarta terpapar radikal mencuat usai Presiden Joko Widodo bertemu dengan sejumlah tokoh agama. Jokowi dan para tokoh berdiskusi tentang dugaan suburnya radikalisme di sejumlah masjid di Ibu Kota. (dai)

LEAVE A REPLY