Terjaring OTT KPK Salam Metal Bupati Purbalingga, PDIP Merasa Dirugikan

bupati_12JurnalPatroliNews JAKARTA – PDI Perjuangan merasa dirugikan dengan aksi ‘salam metal’ yang dilakukan Bupati Purbalingga, Tasdi saat berada di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mantan Ketua DPC PDI-P Purbalingga itu mengacungkan tiga jarinya yang menunjukkan salam metal saat berjalan menuju ke mobil tahanan KPK, usai menjalani pemeriksaan dan ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK.

Ketua DPP PDIP, Hamka Haq mengatakan pihaknya merasa dirugikan dengan apa yang dilakukan Tasdi itu, yang seolah-olah mencitrakan PDIP.

Pasalnya, salam metal tiga jari ini kini digunakan PDIP dalam mensosialisasikan nomor urut PDIP di Pemilu 2019 mendatang. PDIP diketahui mandapatkan nomor urut tiga di Pemilu 2019 mendatang.

“Ya dirugikan lah, ya tetap kita merasa rugi,” kata Hamka pada wartawan, Kamis (7/6).

Hamka menjelaskan, yang dilakukan Tasdi seolah-olah mencitrakan PDIP. Dia meminta masyarakat memahami bahwa tindakan Tasdi tidak ada kaitannya dengan partai.

“Ya dia membawa nama PDI Perjuangan ya kan, jadi masyarakat kita minta itu kan oknum yang melakukan korupsi bukan atas nama PDIP, jadi jangan dilihat dari segi itu,” ujarnya.

Hamka menduga bupati yang juga kader PDIP itu mengacungkan salam tiga jari karena secara psikologis tertekan.

“Spontanitas saja. Buat mengimbangi kondisi psikologisnya,” jelas dia.

Seperti diketahui, KPK menangkap Tasdi karena diduga menerima suap, Senin (4/6). Ada barang bukti suap Rp 100 juga yang diduga commitment fee dari proyek Islami Center Purbalingga.

“Uang itu diduga bagian dari commitment fee sebanyak 2,5 persen dari total proyek senilai Rp 22 miliar,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo. (dai)

LEAVE A REPLY